This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Kamis, 15 Oktober 2015

Bangsa Merugi-Rakyat Jadi Korban-Pramuka Peduli-ASAP JAMBI DAN RIAU

Permasalahan tahunan yang melanda indonesia sampai saat ini masih selalu menghantui masyarakat di daerah rawan kebakaran hutan dan lahan gambut, indonesia yang dulu terkenal dengan sebutan wilayah zambrut Katulistiwa dan sebagai paru-paru dunia karna kehebatan hutannya, kini hanya jadi isapan jempol semata. Kini Indonesia lebih terkenal sebagai negara penyumbang polusi terbesesar.

Hutan tak lagi terjaga dengan baik bahkan ada beberapa pihak yang dengan sengaja merusak bahkan mengubah fungsi hutan dan ahirnya dampak beruntun datang menghantui negara yang kaya akan keanekaragaman hutan, dari hutan gundul, longsor dan kebakaran, yang mengakibatkan rakyat merugi secara materil dan kesehatan. seolah - olah permasalahan ini hanya halbiasa dan bukan permasalahan yang besar sehingga penyelesaiannya kurang begitu sigap.

Bangsa kini menuntut kepedulian kepada semua lapisan masyarakat untuk menyelamatkan Negara dari ancaman asap dan kepunahan ekosistem di dalamnya, jangan hanya berpangku tangan dan komentar di media sosial tapi aksinyata yang perlu kita lakukan, banyak hal yang bisa kita lakukan untuk membatu korban dari asap kebakaran hutan dan lahan gambut yang melanda Provinsi Jambi dan Riau.

Kabut asap hingga kini masih menyelimuti Kabupaten Jambi. Kondisi ini mempengaruhi Bandar Udara Sultan Thaha. Banyak jadwal penerbangan dari Jakarta menuju Jambi dan sebaliknya terganggu karena jarak pandang yang tidak aman. Kabut asap ini diperkirakan masih akan terjadi beberapa hari kedepan dan bisa menyebabkan bandara didaerah ini lumpuh. selain itu aktifitas masyarakat dan pendidikan didaerah ini pun terganggu, dan yang paling menghawatirkan adalah tentang kesehatan, 



penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Provinsi Jambi terus bertambah. Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jambi mencatat hingga pekan pertama Oktober 2015, penderita ISPA di daerah itu mencapai 80 ribu orang.


Dari data itu, tercatat terjadi peningkatan tajam akan penderita ISPA. Pada pekan ketiga September 2015, penderita ISPA di Jambi tercatat hanya 40 ribu orang. Namun meningkat tajam awal Oktober ini yang tercatat mencapai 80 ribu orang.

Kepala Dinkes Provinsi Jambi Andi Pada mengatakan, meningkatnya penderita ISPA tersebut disebabkan pekatnya kabut asap yang melanda Jambi sejak 2 bulan terakhir. Meski demikian, Andi menyatakan, kondisi tersebut belum masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB).

Gerakan Pramuka Melalui Kwartir daerah Gerakan Pramuka Jambi Melakukan Gerakan Pramuka Peduli Asap.












Minggu, 04 Oktober 2015

Kwarda Lampung Gelar Gelang Ajar Tahun 2015

Bandar Lampung : Dalam rangka melaksanakan tugas pokok Gerakan Pramuka, sangat diperlukan peranan anggota dewasa yang memiliki kemampuan menyelenggarakan kepramukaan bagi peserta didik. Untuk itu, Gerakan Pramuka telah mengeluarkan kebijakan dalam memenuhi kebutuhan orang dewasa tersebut yang dirumuskan dalam Pedoman Pengelolaan dan Pengembangan Sumberdaya Anggota Dewasa Gerakan Pramuka.
Proses pengembangan SDM yang dilakukan melalui kepramukaan adalah usaha peningkatan dan pemantapan potensi – potensi baik berupa fisik maupun  kejiwaan yang ada dalam diri  anggota Gerakan Pramuka.  Usaha tersebut harus dilakukan secara teratur, terarah, terencana dan berkesinambungan melalui latihan.
Apabila proses pengembangan tersebut dapat dilaksanakan sesuai dengan Prinsip Dasar dan Metodik Kepramukaan hasilnya adalah tujuan Gerakan Pramuka sebagaimana yang kita sepakati dan tertuang dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka dapat terwujud.
“ Kunci keberhasilan mewujudkan tujuan tersebut  adalah kualitas dan kompetensi pembina Pramuka,” kata Ka Kwarda Lampung Sjachrazad ZP saat membuka kegiatan Gelang Ajar 2015 di Komplek Kwarda Lampung, Minggu (04/10/2015).
Peningkatan kualitas Pembina Pramuka, sangat erat kaitannya dengan peningkatan mutu kegiatan peserta didik, yaitu terselenggaranya kegiatan peserta didik yang bermutu yang disajikan oleh pembina pramuka yang bermutu pula.  Oleh karena itu,  penyelenggaraan Gelang Ajar Tahun 2015 ini merupakan salah satu usaha yang sangat strategis untuk kembali memperbaharui/Upgrading kualitas Pembina Pramuka.
“ Saya sangat mengharapkan agar Gelang Ajar ini dapat terselenggara dengan baik, diikuti oleh peserta dengan penuh tanggungjawab serta kesadaran bahwa keberadaan dirinya sangat strategis bagi Gerakan Pramuka sebagai pemandu peserta didik dalam melaksanakan kepramukaan,” pungkas Acad.
Kwarda Lampung menyelenggarakan kegiatan Gelang Ajar bagi Pembina Pramuka yang dilaksanakan dari tanggal 4 s.d. 7 Oktober 2015 dengan mengambil tema “Peningkatan Kualitas Pembina Pramuka Dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Kepramukaan”.
Kegiatan Gelang Ajar ini diikuti oleh 90 Orang Pembina Pramuka yang berasal dari 15 Kwartir Cabang yang ada di Daerah Lampung. Hingga disampaikannya laporan Ketua Pelaksana, Kwartir Cabang yang belum hadir dari Kwarcab Lampung Barat.
Menurut kak Upi Suprihati, S.Pd. selaku Ketua Pelaksana bahwa kegiatan Gelang Ajar ini dimaksudkan sebagai ajang/wadah pertemuan bagi para Pembina Pramuka untuk saling tukar-menukar informasi, pengalaman, mempererat, serta menambah persaudaraan guna meningkatkan pengabdiannya di Gugusdepan. Untuk itu, diharapkan agar kualitas Pembina Pramuka dapat meningkat.
“Peningkatan kualitas Pembina Pramuka, sangat erat kaitannya dengan peningkatan mutu kegiatan peserta didik, yaitu terselenggaranya kegiatan peserta didik yang bermutu yang disajikan oleh pembina pramuka yang bermutu pula. Oleh karena itu, penyelenggaraan Gelang Ajar Tahun 2015 ini merupakan salah satu usaha yang sangat strategis untuk kembali memperbaharui/Upgrading kualitas Pembina Pramuka”. Demikian sambutan Ka. Kwarda Lampung yang dibacakan oleh Kak Hi. Abdullah RM dalam Upacara Pembukaan Gelang Ajar Pembina Pramuka di Kwarda Lampung.
Ka. Kwarda Lampung juga mengharapkan agar Gelang Ajar ini dapat terselenggara dengan baik, diikuti oleh peserta dengan penuh tanggungjawab serta kesadaran bahwa keberadaan dirinya sangat strategis bagi Gerakan Pramuka sebagai pemandu peserta didik dalam melaksanakan kepramukaan.

 By.http://www.lampungtoday.com/